Imam Shalat Sunnah, Ma’mum Shalat Wajib

Tanya:

Tadz. Misalkan kita pas shalat ba’diyah Maghrib trus ada yang nepuk pundak kita minta kita jadi imam maghribnya (mungkin dikira kita sedang shalat maghrib) apa yang kita lakukan? (0856418XXXX Ahmad, Magelang)

 

Jawab:

Orang yang ingin mengerjakan shalat wajib boleh berma`mum kepada orang yang mengerjakan shalat sunnah. Dan sebaliknya orang yang mengerjakan shalat sunnah boleh berma`mum kepada orang yang mengerjakan shalat wajib.

 

Dari Abu Bakrah, ia berkata, ”Nabi saw melaksanakan shalat khauf bersama kami. Beliau saw shalat bersama sebagian sahabatnya sebanyak dua rakaat kemudian bersalam. Lalu mereka mundur dan sebagian yang lain datang. Sementara mereka berada di tempatnya. Kemudian beliau saw shalat bersama mereka dua rakaat. Nabi saw shalat sebanyak empat rakaat, sedangkan kaumnya itu dua rakaat-dua rakaat.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Hibban, dan Daruquthni)

 

Hadits ini menunjukkan bahwa Shalat dua rakaat pertama yang dilakukan Rasulullah saw bersama kelompok pertama kaum muslimin adalah shalat fardhu dan menyempurnakannya dengan salam. Adapun shalat dua rakaat kedua yang dilakukan Rasulullah saw bersama kelompok kedua adalah shalat nafilah/ sunnah. Sedang kelompok kedua tersebut melaksanakan shalat fardhu. Artinya, kelompok kedua kaum muslimin itu melaksanakan shalat fardhu dengan berimam kepada Rasulullah saw yang bershalat nafilah. [Umar Abdullah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s