Jangan terlalu takjub terhadap teknologi yang dikuasai orang-orang Kafir.

1

Segala puji hanya milik Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad salallahu’alahi wassalaam, keluarganya dan para shahabatnya serta seluruh pengikutnya yang senantiasa berusaha mengamalkan sunnah-sunnahnya. Aaamiiin…

Tidak dapat kita pungkiri lagi bahwa kemajuan teknologi di segala bidang begitu pesat. Sebagai contoh teknologi elektronika, bagitu banyak alat-alat yang canggih namun berukuran kecil seperti telefon selular, laptop, dan tablet. Contoh lain lagi dari  pada teknologi informatika begitu banyak software-software yang sangat bermanfaat bagi orang banyak mulai dari software-software yang sederhana hingga software-software yang mampu menggerakan mesin-mesin raksasa dan software yang mampu memonitor pergerakan tata surya. Belum lagi teknologi di bidang pertanian dan kedokteran yang kita sudah sulit lagi untuk membendung betapa pesatnya kemajuan teknologi saat ini.

Namun demikian tidak kita pungkiri pula bahwa teknologi-teknologi sudah begitu hebatnya itu berasal dari buatan tangan-tangan orang kafir. Dan tidak sedikit dari yang mengaku dirinya Muslim terlalu takjub dengan kemajuan tekonologi yang dimiliki orang-orang kafir. Bahkan tidak sedikit pula ada orang-orang dari kaum Muslimin yang bersikap apatis (putus asa) hingga mengatakan Kita tidak akan mungkin untuk menyaingi teknologi yang sudah dibuat oleh orang-orang kafir itu, dan seandainya kalau pun kita harus berperang bersama orang-orang kafir maka kita pun pasti kalah.

Kemuliaan versi Allah Vs versi Manusia

Begitu banyak orang memandang kemuliaan seseorang atau suatu kaum itu dari kehebatannya yang berbentuk ketampanan atau kecantikan seseorang atau suatu kaum, atau bisa dari kekayaan seseorang dari suatu kaum, atau dari teknologi yang dimiliki seseorang atau suatu kaum.

Jika kita memandang kemuliaan dari cara pandang kita sendiri, maka yang akan kita dapatkan betapa tidak samanya cara berfikir kita sebagai pribadi dengan cara pandang pribadi orang lain. Bisa jadi kita mempunyai padangan tentang seseorang yang kita anggap mulia, tetapi bisa jadi orang yang kita anggap mulia itu malah dianggap orang yang hina bagi orang lain. Sehingga kita sulit untuk menemukan standarisasi arti sebuah kemuliaan.

Begitu banyak orang-orang memandang kemuliaan dari sudut pandangnya sendiri tanpa melihat seperti apa Allah subhanahu wata’ala memandang sebuah kemuliaan manusia.

Allah subhanahu wata’ala berfirman….

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al-Hujurat ayat 13)

Pada firman di atas bahwa Allah subhanahu wata’ala memandang kemuliaan bukan dari tampan atau cantiknya wajah seseorang, kaya atau miskin seseorang, maju atau tidak majunya teknologi yang dimiliki seseorang atau suatu kaum. Melainkan dari ketakwaan. Semakin bertakwa seseorang kepada Allah maka akan semakin mulia dihadapan Allah dan seluruh makhluk-Nya, tetapi semakin seseorang menjauhkan diri dari ketakwaan makan akan semakin menghinakannya di hadapan Allah dan seluruh makhluk-Nya pula.

Teknologi hanyalah alat

Sesungguhnya teknologi yang hebat dan secanggih apa pun hanyalah sebuah alat untuk membantu manusia melakukan sesuatu. Jika seseorang atau suatu kaun memanfaatkan teknologi untuk kepentingan di jalan menunju ketakwaan kepada Allah, maka seseorang atau suatu kaum itu akan mendapat kemuliaan di hadapan Allah subhanahu wata’ala. Tetapi kalau seseorang atau suatu kaum memanfaatkan teknologi itu untuk berbuat maksiat maka seseorang atau suatu kaum itu akan mendapat kehinaan dari Allah subhanahu wata’ala.

Jangan terlalu takjub

Memang tidak dapat kita pungkiri bahwa orang-orang kafir lebih menguasai teknologi dan kita pun dapat merasakan manfaatnya. Tetapi bukan berarti orang-orang kafir itu lebih hebat atau lebih mulai dari pada kaum Muslimin. Karena kaum muslimin tidak memandang kemuliaan atau kehebatandari kemajuan teknologi yang dimiliki, melainkan dari ketakwaannya kepada Allah.

Janganlah kita terlalu takjub dengan kemajuan teknologi yang dimiliki orang-orang kafir sehingga kita pun begitu memuliakannya, bahkan hingga kita pun bersikap apatis dan takut untuk melawan serangan-serangan orang-orang kafir itu kepada kita.

Bersikaplah biasa-biasa saja, karena kemuliaan itu hanya diberikan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

Kalau kita menginginkan teknologi yang dikuasai orang-orang kafir itu jadi milik kaum Muslimin, maka da’wahkanlah orang-orang kafir itu hingga mereka mau masuk Islam dengan penuh kesungguhan. Kalau mereka sudah mau masuk Islam seperti kita, maka semua teknologi yang mereka kuasai pasti jadi milik kaum muslimin. mudah bukan?😉

Begitu banyak orang berkata “Umat Islam kini kalah dengan orang-orang kafir dari sisi teknologi, tetapi Umat Islam itu menang dari sisi Aqidah karena Umat Islam mempunyai Aqidah yang kuat., bahkan tidak sedikit dari kaum Muslimin yang berkata sama.

Masya Allah…sesungguhnya perkataan tersebut hanya muncul dari orang-orang jahil terhadap agamanya.

Ketahuilah…begitu banyak orang-orang dari kaum muslimin yang menguasai teknologi bahkan tidak sedikit dari orang-orang menguasai teknologi di negera-negara orang kafir itu adalah orang yang mengaku Muslim.

Aqidah umat Islam sudah kuat? jawabannya belum! Aqidah Umat Islam secara umum belum kuat! Kalau Aqidah umat Islam sudah sudah kuat, pasti Syari’at Islam sudah mampu ditegakkan secara kafah!

Justru karena Aqidah Umat Islam yang belum kuat inilah umat Islam jadi terbelakang dari umat-umat agama lain.

Itu terjadi karena Umat Islam sendiri yang meninggalkan ajaran Islamnya, sedangkan orang-orang kafir bisa maju karena meninggalkan ajaran agama mereka sendiri dan memperlajari Al-Quran dan berhasil, tetapi mereka tidak mau mengakui bahwa Al-Quran adalah kebenaran. Mereka Klaim ini semua adalah hasil karya mereka sendiri.

Mereka meninggalkan agama mereka itu justru karena mereka tidak pernah menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan mereka tentang tekonologi di dalam kitab-kitab mereka. Tetapi mereka mendapatkan jawabannya dari Al-Quran.

Sebagian dari mereka ada yang Allah beri hidayah sehingga ada yang mau mengakui bahwa Al-Quran adalah kebenaran. Justru merekalah yang banyak tahu isi Al-Quran itu daripada kita yang mengaku muslim.

Di sinilah peluang kita untuk menda’wahi orang-orang kafir itu agar mereka mau masuk Islam dan akhirnya teknologi yang sudah mereka kuasai pun jadi milik kaum muslimin. Nah situlah ada sebab Allah memberi pahala kepada kita yang tidak menguasai teknologi.

Sesungguhnya Allah sangat mampu untuk memberi hidayah kepada seluruh orang-orang kafir itu tanpa usaha kita, tetapi Allah menginginkan kita yang berusaha untuk menda’wahi mereka.

Mari kita renungi bersama, kalau saja orang-orang kafir itu diberi hidayah oleh Allah subhanahu wata’ala tanpa usaha kita, ya kita tidak kebagian pahala sedikit pun karena usaha mereka untuk membuat sesuatu untuk orang banyak sudah mereka lakukan dan mereka pun mendapat kemuliaan di sisi Allah karena mereka masuk ke dalam Islam, dan mereka pun bangga menyebut diri mereka sebagai seorang Muslim😉

Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s